GIANESIA.COM – SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan kepelabuhanan melalui penambahan satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di Terminal Petikemas Nilam. Peralatan bongkar muat berbasis tenaga listrik tersebut tiba dari China menggunakan kapal MV Spring Shine.
Penambahan E-RTG menjadi langkah strategis TTL untuk meningkatkan kesiapan operasional sekaligus mendorong transformasi menuju terminal yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Berbasis tenaga listrik, E-RTG diharapkan meningkatkan efektivitas kegiatan di lapangan penumpukan peti kemas, mendukung produktivitas pelayanan, sekaligus mengurangi emisi dibandingkan peralatan konvensional berbahan bakar diesel.
“Penambahan E-RTG ini merupakan bagian dari komitmen PT Terminal Teluk Lamong untuk terus memperkuat infrastruktur operasional yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,” ujar Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, pada awal Agustus 2026.
Menurut Syukur, investasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan seluruh terminal di bawah pengelolaan perusahaan dalam mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas serta menghadirkan layanan yang semakin andal bagi pengguna jasa.
“Sejalan dengan transformasi Pelindo, kami akan terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, keselamatan, dan kualitas layanan terminal,” tambahnya.
E-RTG yang didatangkan tersebut memiliki kapasitas angkat hingga 40 ton dengan kemampuan penumpukan peti kemas hingga 1 over 6 containers. Alat ini akan memperkuat aktivitas penanganan peti kemas di lapangan penumpukan TPK Nilam setelah seluruh proses instalasi, pengujian, dan commissioning rampung.
Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, mengatakan kehadiran E-RTG diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas operasional dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kehadiran E-RTG ini akan semakin memperkuat kapasitas layanan Terminal Petikemas Nilam, khususnya dalam mendukung produktivitas di lapangan penumpukan,” kata Retno.
Setelah proses pembongkaran, instalasi, pengujian, dan commissioning selesai, E-RTG tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026.
“Alat ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026 sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin cepat, aman, efisien, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” imbuhnya.
Penambahan peralatan berbasis listrik tersebut sekaligus mempertegas komitmen TTL dalam mengembangkan infrastruktur kepelabuhanan yang lebih berkelanjutan. Modernisasi peralatan dilakukan dengan mengedepankan produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja, digitalisasi layanan, serta inovasi.
Langkah tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, kompetitif, dan berdaya saing. (JTZ)



