Umum

Order Rental ke Sampang Madura Berujung Maut! Driver Diculik karena Utang Penyewa Rp58 Juta!

364
×

Order Rental ke Sampang Madura Berujung Maut! Driver Diculik karena Utang Penyewa Rp58 Juta!

Share this article
Sumebr : fb gresiksumpek.id

GIANESIA.COM – Sampang – Kasus dugaan penyekapan dan pemerasan terhadap seorang driver rental mobil asal Pandaan, Pasuruan, menggemparkan setelah pihak pemilik rental mengungkap kronologi lengkap kejadian ini. Peristiwa tersebut melibatkan seorang penyewa berinisial Y dan terjadi saat perjalanan menuju Sampang, Madura.

Aufa Herely, pemilik rental mobil tersebut, menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Senin malam (24/11/2025). Seorang wanita berinisial Y menghubunginya melalui WhatsApp untuk menyewa mobil lengkap dengan jasa driver. Rute yang diminta adalah penjemputan di Sidoarjo, kemudian ke Sampang, dan dilanjutkan ke Malang.

Setelah sepakat harga sewa Rp1.400.000 dengan uang muka Rp400.000, Aufa mengirimkan nomor driver berinisial F kepada Y untuk mengatur titik penjemputan. Mobil Honda Jazz plat AG 1335 RM warna putih tahun 2021 pun disewa untuk kebutuhan tersebut.

Namun sejak Selasa malam (25/11), komunikasi antara Aufa dan drivernya terputus. Driver F sempat memberi kabar bahwa ia sudah menuju Sampang sekitar pukul 20.00 WIB, namun setelah itu tidak bisa dihubungi. Y sebagai penyewa juga tidak lagi berkomunikasi.

Karena curiga, Aufa melacak GPS mobil yang terpantau berada di wilayah Sampang namun berhenti dan tidak bergerak. Meski WhatsApp driver F terus centang dua, tidak ada balasan sepanjang Rabu pagi hingga sore (26/11).

Situasi mulai jelas ketika sekitar pukul 17.00 WIB, driver F akhirnya menghubungi Aufa dan mengaku sedang dalam masalah besar. Ia menyampaikan bahwa dirinya disekap sekelompok orang dan bahkan dikalungi celurit.

“Maaf mbak, saya ada masalah, saya disandera di daerah Sampang,” ujar Aufa menirukan ucapan sang driver. Dalam kondisi panik, driver F mengaku tidak bisa keluar dari lokasi karena ancaman senjata tajam.

Berdasarkan pengakuan driver F, penyekapan itu diduga bermula karena penyewa Y memiliki utang kepada seseorang di Sampang sebesar Rp58 juta. Saat bertemu dengan pihak penagih, Y mengaku bahwa F adalah saudaranya, sehingga F dijadikan sandera sebagai jaminan.

See also  KAI: Tiket kereta api periode libur Natal 2025 sudah dapat dipesan

“Ternyata yang order ini punya utang Rp58 juta. Dan dia mengaku nama driver saya itu saudaranya, jadi ikut ditahan,” jelas Aufa.

Merasa situasi semakin berbahaya, Aufa berupaya mencari bantuan hukum. Ia sempat diarahkan untuk melapor ke Polres Sampang sesuai lokasi kejadian. Namun setelah berkonsultasi dengan orang tuanya, Aufa akhirnya membuat laporan resmi ke SPKT Polda Jawa Timur.

Kasus ini kini telah menjadi perhatian aparat kepolisian, khususnya Subdit terkait yang menangani tindak kejahatan jalanan. Proses penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung untuk mengungkap pelaku penyekapan dan memastikan keselamatan driver F serta penyelesaian perkara utang yang menjadi pemicu insiden.

(MUZ)