Pemerintahan

Sidak Mengejutkan: Eri Cahyadi Temukan Proyek Rumah Pompa Masih Amburadul, Kontraktor Terjepit Tenggat

241
×

Sidak Mengejutkan: Eri Cahyadi Temukan Proyek Rumah Pompa Masih Amburadul, Kontraktor Terjepit Tenggat

Share this article

GIANESIA.COM – Surabaya — Suasana mendung dan udara lembap pada Kamis, 27 November 2025, tak menghalangi langkah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi pembangunan rumah pompa. Sidak yang berlangsung sejak pagi itu langsung mengungkap kenyataan yang jauh dari laporan di atas kertas.

Di titik pertama, Eri berjalan menembus sisa lumpur dan tumpukan material yang belum tersusun rapi. Sedikit menunduk, ia memperhatikan detail pekerjaan—dan dari raut wajahnya, jelas ada yang salah. Beberapa proyek yang seharusnya mendekati tahap finishing ternyata baru mencapai progres setengah jalan. Di lokasi lain, kondisi tak jauh berbeda. Tenggat sudah dekat, tetapi pekerjaan masih tertinggal jauh dari rencana.

Temuan tersebut membuat Eri Cahyadi tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa musim hujan bukanlah kejutan yang datang tiba-tiba. Para kontraktor, menurutnya, sudah berkali-kali diingatkan untuk mengantisipasi segala kebutuhan, mulai dari tenaga kerja hingga material. “Kita sudah tahu hujan datang. Tidak ada alasan pekerjaan molor seperti ini,” ujarnya dengan nada tegas.

Di tengah kunjungannya, Eri mengeluarkan peringatan yang lebih keras. Tidak ada lagi ruang bagi kontraktor yang menyepelekan jadwal. Tak ada tambahan waktu. Tak ada toleransi. Mereka yang tetap tidak mampu mengejar target akan dikenai denda dan kontraknya siap diputus tanpa kompromi.

Sidak hari itu menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Surabaya tidak ingin main-main dalam urusan pengendalian banjir. Dengan intensitas hujan yang semakin meningkat, setiap rumah pompa adalah benteng penting bagi warga. Pengerjaan yang lambat berarti ancaman bagi keselamatan ribuan orang.

Menutup sidaknya, Eri meminta seluruh tim teknis memperketat pengawasan dan memastikan laporan perkembangan diberikan setiap hari. Para kontraktor pun diminta bekerja siang malam, mempercepat pengerjaan yang masih menggantung.

See also  Diterjang Lahar Dingin Semeru, Dua Truk Pengangkut Pasir dan Satu Alat Berat Terseret di Lumajang

Satu hal yang jelas dari sidak ini: Surabaya tidak punya waktu untuk kelalaian. Menjelang musim hujan, yang dibutuhkan warga adalah kesiapan penuh, bukan janji yang tak kunjung ditepati. (JEH)