Pemerintahan

Ramadan Kian Dekat, Gubernur Khofifah Perkuat Solidaritas Sosial Bersama Bunda Ojol dan Jemaah

221
×

Ramadan Kian Dekat, Gubernur Khofifah Perkuat Solidaritas Sosial Bersama Bunda Ojol dan Jemaah

Share this article

GIANESIA.COMSURABAYA, 18 Februari 2026 – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa sekaligus berbagi kebahagiaan bersama 850 Bunda Ojek Online (Ojol) dan 455 jemaah pengajian dalam kegiatan Marhaban Ya Ramadan yang digelar di Islamic Center Jawa Timur, Selasa (17/2).

Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus ajakan untuk memperkuat kesiapan spiritual dan sosial masyarakat dalam menyambut Ramadan. Dalam suasana penuh kehangatan, Gubernur Khofifah menekankan bahwa menyongsong Ramadan tidak hanya membutuhkan kesiapan ibadah, tetapi juga kesiapan fisik dan mental, terutama bagi para bunda ojol yang sehari-hari bekerja di jalan demi menghidupi keluarga.

“Selamat menyambut bulan Ramadan 1447 Hijriah. Mudah-mudahan kuat puasanya, bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan penuh keberkahan,” ujar Khofifah. Ia juga menyampaikan empati atas beratnya aktivitas para bunda ojol yang harus bekerja dari pagi hingga sore, seraya mendoakan agar mereka diberi kekuatan untuk tetap menjalankan ibadah dengan baik selama Ramadan.

Pada kesempatan itu, Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, para tokoh agama, serta seluruh jemaah yang hadir. Ia mendoakan agar masyarakat Jawa Timur diberikan kemudahan dalam mendidik putra-putrinya hingga jenjang pendidikan tertinggi, sehingga ilmu yang diperoleh kelak bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam sambutannya, Khofifah juga menyoroti peran penting muzakki dan mustahik dalam pengelolaan zakat, khususnya pada bulan Ramadan. Menurutnya, amanah besar tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh Baznas Jawa Timur agar penyaluran zakat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Pada acara Marhaban Ya Ramadan ini, diserahkan pula berbagai bantuan program Baznas Jatim kepada para mustahik. Bantuan tersebut meliputi Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kepada Aditya Angga, mahasiswa Universitas Merdeka Surabaya sebesar Rp2 juta per semester, serta beasiswa pendidikan kepada Felysia Tiara Lestari, siswi SMK Kawung 2 Surabaya sebesar Rp1 juta.

See also  Berangkatkan Gowes Bareng 1.000 Km _Ride For Palestine_, Gubernur Khofifah Serukan Pesan Perdamaian

Selain bantuan pendidikan, Baznas Jatim juga menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi berupa permodalan usaha dan pembuatan outlet melalui program ZChicken, ZAuto, dan ZCoffee kepada sejumlah pelaku usaha kecil menengah. Bantuan alat kerja berupa rombong diberikan kepada Yuni Sulistyowati, penjual nasi pecel, sementara bantuan modal usaha UMKM sebesar Rp1,5 juta diserahkan kepada Basuki, penjual makanan. Tak ketinggalan, bantuan program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta diberikan kepada Syamsul Hadi asal Sidoarjo.

Kepada 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah pengajian Islamic Center, Gubernur Khofifah secara simbolis membagikan paket sembako yang berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula 1 kilogram, lima bungkus mi instan, serta teh kotak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari menjelang Ramadan.

Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan shalawat, ayat suci Al-Qur’an, serta tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ketua Baznas Jatim Ali Maschan Moesa. Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Nur Chamdani mengaku terharu melihat antusiasme lebih dari seribu peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam pesannya kepada para bunda ojol, Nur Chamdani mengingatkan pentingnya menjaga diri dari berbagai fitnah akhir zaman di tengah derasnya arus teknologi dan dunia digital. Ia menegaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan hati. Ia pun mengutip nasihat Ali bin Abi Tholib bahwa puasa hati lebih utama daripada puasa lisan, dan puasa lisan lebih utama daripada puasa perut.

Menutup sambutannya, Nur Chamdani juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan tugas pembinaan Baznas di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur, seraya berharap Ramadan menjadi momentum introspeksi dan perbaikan diri bagi semua pihak. (SWH)