Umum

Dorong Efisiensi dan Otomasi, TTL Tingkatkan Kapasitas SDM Lewat Pelatihan CTO

291
×

Dorong Efisiensi dan Otomasi, TTL Tingkatkan Kapasitas SDM Lewat Pelatihan CTO

Share this article
Dok : Pelatihan Container Terminal Operation (CTO) bagi 30 pegawai operasional di Terminal Peti Kemas Berlian.

GIANESIA.COM – PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi tantangan industri logistik yang semakin terdigitalisasi. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Container Terminal Operation (CTO) bagi 30 pegawai operasional di Terminal Peti Kemas Berlian.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Maret hingga 2 April 2026 ini digelar di Pelindo Place Surabaya. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara PT Terminal Teluk Lamong dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia sebagai lembaga pengembangan kompetensi di bawah Pelindo Group yang fokus pada sektor maritim dan logistik.

Program pelatihan CTO ini bertujuan meningkatkan kompetensi SDM agar mampu mendukung transformasi digital, meningkatkan efisiensi waktu layanan, serta membangun pola pikir strategis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di lingkungan pelabuhan modern yang semakin kompetitif.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa industri logistik dan pelabuhan kini bergerak menuju otomasi serta efisiensi berbasis data. Karena itu, menurutnya, investasi terbesar perusahaan harus difokuskan pada peningkatan kualitas SDM sebagai penggerak utama sistem operasional.

“Pelatihan CTO dan program pengembangan SDM lainnya menjadi langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan layanan bisnis dan menempatkan SDM unggul sebagai aset strategis agar mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan terkait pola operasional terminal peti kemas serta pemanfaatan teknologi, termasuk kunjungan lapangan ke Terminal Teluk Lamong. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting seperti industri pelayaran dan kontainerisasi, desain dan kapasitas terminal, fasilitas dan peralatan, aktivitas operasional, proses bisnis dan struktur organisasi, hingga kinerja terminal.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan sistem Terminal Operating System (TOS), konsep keselamatan kerja, serta manajemen pendapatan dan biaya sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan produktivitas operasional.

See also  PT TTL Catat Lonjakan Petikemas di Atas 8 Persen pada Februari

Syukur berharap pelatihan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong budaya belajar berkelanjutan di lingkungan perusahaan. Dengan demikian, TTL tidak hanya mencetak pegawai yang terampil, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang dinamis dan berorientasi masa depan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Group dalam meningkatkan kapabilitas pegawai operasional, sekaligus mendukung program transformasi dan standarisasi operasional di seluruh terminal peti kemas yang berada dalam naungan grup tersebut. (NJL)