Ekonomi

Kinerja Ekonomi Jawa Barat Positif, Tumbuh 5,79 Persen di Tengah Tantangan Global

383
×

Kinerja Ekonomi Jawa Barat Positif, Tumbuh 5,79 Persen di Tengah Tantangan Global

Share this article

GIANESIA.COMBANDUNG, 6 Mei 2026 – Kinerja ekonomi Provinsi Jawa Barat menunjukkan tren positif pada awal tahun ini. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,79 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen. 

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global yang masih fluktuatif.

“Kinerja ekonomi triwulan I-2026 didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas konsumsi,” ujarnya dalam rilis resmi statistik di Bandung. 

Selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Jawa Barat juga mencatat pertumbuhan 0,24 persen secara kuartalan (quarter to quarter) dibandingkan triwulan IV 2025, menandakan pemulihan yang berkelanjutan. 

Pertumbuhan ini tidak lepas dari peran konsumsi rumah tangga yang masih menjadi motor utama ekonomi. BPS mencatat konsumsi masyarakat menyumbang 65,22 persen terhadap struktur ekonomi dan memberikan andil pertumbuhan terbesar sebesar 3,27 persen. 

Margaretha menegaskan bahwa besarnya jumlah penduduk Jawa Barat menjadi kekuatan utama dalam menjaga daya beli.

“Konsumsi rumah tangga dengan besarnya penduduk Jabar menjadi kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi saat ini,” jelasnya. 

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Barat dengan kontribusi mencapai 39,60 persen, sekaligus menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar. Selain itu, sektor transportasi, perdagangan, serta informasi dan komunikasi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspansi ekonomi daerah. 

Tak hanya itu, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut turut memberikan efek domino terhadap perekonomian daerah, terutama dalam meningkatkan aktivitas sektor makanan dan minuman serta mendorong sektor pertanian dan penyerapan tenaga kerja. 

See also  Bukti nyata Kualitas SDM Terus meningkat,Gubernur Khofifah: Alhamdulillah, Jatim Terbanyak lolos SNBP 7 Tahun berturut turut

“Program MBG ikut memutar gerak ekonomi di Jawa Barat, termasuk dari sisi penyerapan tenaga kerja,” kata Margaretha. 

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. BPS mencatat jumlah tenaga kerja di Jawa Barat mencapai sekitar 25,10 juta orang, dengan penambahan lebih dari 100 ribu tenaga kerja dalam setahun terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,64 persen, menandakan membaiknya kondisi pasar kerja. 

Di tingkat nasional, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa wilayah Pulau Jawa—termasuk Jawa Barat—masih menjadi pusat utama aktivitas ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 57 persen terhadap PDB Indonesia. 

Dengan capaian tersebut, Jawa Barat menempati posisi kompetitif di antara provinsi di Pulau Jawa, sekaligus menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat di tengah tekanan global.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 5,79 persen ini mencerminkan kombinasi antara kuatnya konsumsi domestik, peran industri pengolahan, serta dukungan program pemerintah yang mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah. Para analis menilai, jika tren ini terus terjaga, Jawa Barat berpotensi mempertahankan pertumbuhan di atas rata-rata nasional hingga akhir tahun 2026. (BGQ)