Umum

DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi di Pusat Perbelanjaan, Keamanan dan Estetika Kota Harus Seimbang

380
×

DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi di Pusat Perbelanjaan, Keamanan dan Estetika Kota Harus Seimbang

Share this article

GIANESIA.COMSURABAYA – 4 Agustus 2026-Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan Surabaya menjelang HUT Kemerdekaan RI memicu perhatian publik. Ketua DPRD Surabaya Syaifudin Zuhri meminta pengelola mal dan warga tetap tenang karena kota masih aman. Fenomena perubahan wajah sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan terlihat setelah beberapa mal memasang pagar tinggi sebagai langkah antisipasi keamanan.

Kebijakan tersebut muncul di tengah beredarnya berbagai isu di media sosial menjelang momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI yang memunculkan kekhawatiran sebagian masyarakat. Jangan Terjebak Kepanikan, Surabaya Tetap Dijaga Aman

Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifudin Zuhri atau yang akrab disapa Kaji Ipuk memahami langkah pengelola mal yang meningkatkan kewaspadaan melalui pemasangan pagar. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian yang wajar dalam menghadapi situasi tertentu. Namun, ia meminta agar kewaspadaan tidak berkembang menjadi kepanikan yang justru dapat menciptakan keresahan baru. Ipuk menegaskan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama seluruh jajaran keamanan terus memastikan Surabaya tetap aman dan kondusif. “Pemilik mal sebaiknya juga tidak perlu paranoid,” kata Ipuk, Selasa (4/8/2026). Ia mengajak masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, Surabaya memiliki modal sosial yang kuat berupa toleransi, keramahan, dan semangat kebersamaan antarwarga. “Surabaya itu kota yang santun. Kita semua punya tanggung jawab menjaga kota ini bersama-sama. Yakinkah bahwa pemerintah akan berupaya menjamin keamanan warganya,” kata Ipuk.

Ipuk juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis menyikapi isu yang beredar di media sosial, khususnya kabar mengenai potensi kerusuhan atau kekacauan menjelang HUT RI. “Kalau ada isu-isu yang berkembang akan terjadi keramaian atau kekisruhan, khususnya di Surabaya, jangan langsung dipercaya. Surabaya insyaallah tetap aman,” tegasnya.

See also  Jejak Nanik Deyang di Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional Sebelum Pimpin Badan Gizi Nasional

Ketua DPRD dari Partai PDIP tersebut juga menepis anggapan yang mengaitkan kelompok masyarakat tertentu dengan ancaman keamanan. Ia menilai warga Surabaya memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap kotanya.

“Kalau Bonek itu memang terkenal wani nekat, tapi mereka tidak akan merusak kampungnya sendiri. Tidak perlu khawatir. Di Surabaya tidak ada perbedaan, semua adalah bagian dari keluarga besar Surabaya yang menjaga kotanya bersama-sama,” ungkapnya. Pagar Tinggi Mal Akan Dikaji, Penataan Kota Tetap Jadi Perhatian

Selain aspek keamanan, pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan juga menjadi perhatian DPRD dari sisi tata ruang dan estetika kota. Ipuk mengatakan setiap perubahan fisik bangunan harus mengikuti aturan yang berlaku. Menurutnya, kebutuhan keamanan dan wajah Kota Surabaya harus berjalan seimbang. DPRD bersama Pemerintah Kota Surabaya akan mengkaji keberadaan pagar tersebut, termasuk kemungkinan pencabutan apabila dinilai tidak sesuai dengan ketentuan. “Nanti akan kami rancang bersama. Kita sikapi bersama atas pagar-pagar yang terlalu tinggi di mal. Semua harus tetap memperhatikan penataan kota,” kata Ipuk. Ia menjelaskan perubahan bentuk bangunan tidak dapat dilakukan tanpa memperhatikan mekanisme perizinan. “Kalau muncul pagar yang lebih tinggi, tentu harus ada perubahan izinnya. Harus dilihat apakah sesuai dengan tata ruang, estetika kota, dan ketentuan perizinan. Kalau tidak sesuai, tentu tidak akan mendapatkan izin,” jelasnya. Menurut Kaji Ipuk, keamanan kota tidak bisa hanya bergantung pada pembatas fisik seperti pagar tinggi. Sistem keamanan yang kuat, koordinasi antarlembaga, serta kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas Surabaya.

“Kalau hanya mengandalkan pagar tinggi, persoalan keamanan tidak akan selesai. Tapi kalau sistemnya baik, koordinasi berjalan, dan semua memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga Surabaya, maka keamanan itu akan tetap terwujud.” “Nanti akan kami rancang bersama. Kita sikapi bersama atas pagar-pagar yang terlalu tinggi di mal. Semua harus tetap memperhatikan penataan kota,” kata Ipuk. Ia menjelaskan perubahan bentuk bangunan tidak dapat dilakukan tanpa memperhatikan mekanisme perizinan. “Kalau muncul pagar yang lebih tinggi, tentu harus ada perubahan izinnya. Harus dilihat apakah sesuai dengan tata ruang, estetika kota, dan ketentuan perizinan. Kalau tidak sesuai, tentu tidak akan mendapatkan izin,” jelasnya. Menurut Kaji Ipuk, keamanan kota tidak bisa hanya bergantung pada pembatas fisik seperti pagar tinggi. Sistem keamanan yang kuat, koordinasi antarlembaga, serta kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas Surabaya.

See also  Mulai Juni 2026, ASN Pemprov Jatim WFH Setiap Jumat, Ini Penjelasan Gubernur Khofifah

“Kalau hanya mengandalkan pagar tinggi, persoalan keamanan tidak akan selesai. Tapi kalau sistemnya baik, koordinasi berjalan, dan semua memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga Surabaya, maka keamanan itu akan tetap terwujud.” (FWC)