GIANESIA.COM – SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatatkan kinerja positif dengan membukukan rekor throughput petikemas tertinggi hingga Juli 2026. Secara konsolidasi, arus petikemas di tiga terminal yang dikelola TTL mencapai 1.753.203 TEUs atau tumbuh 13,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.547.561 TEUs.
Capaian tersebut menjadi kinerja tertinggi sepanjang pengelolaan TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian dalam satu sistem pengelolaan terintegrasi.
Pertumbuhan arus petikemas didorong oleh peningkatan layanan internasional dan domestik, penambahan jaringan pelayaran, serta optimalisasi produktivitas bongkar muat di ketiga terminal.
TPK Teluk Lamong menjadi terminal dengan pertumbuhan tertinggi. Hingga Juli 2026, throughput tercatat mencapai 644.432 TEUs atau tumbuh 23,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 521.451 TEUs.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya arus petikemas internasional serta hadirnya dua layanan pelayaran baru. Layanan CSE Service melalui skema joint slot COSCO dan OOCL mencatat rata-rata muatan sekitar 1.200 TEUs per call.
Sementara layanan SCJX/SIX Service melalui joint slot GSL dan XPF memberikan tambahan rata-rata muatan sekitar 1.100 TEUs per call. Selain itu, hingga Juli 2026, terdapat 22 international ad hoc calls yang turut menyumbang tambahan volume sebesar 14.020 TEUs.
Di sisi lain, TPK Nilam mencatat throughput sebesar 321.604 TEUs atau tumbuh sekitar 19,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 268.852 TEUs.
Pertumbuhan tersebut berasal dari meningkatnya aktivitas petikemas domestik, termasuk layanan Meratus dengan tujuan Kendari dan layanan Tanto menuju Ambon. Capaian ini semakin memperkuat peran TPK Nilam sebagai salah satu pendukung distribusi logistik dari Surabaya menuju kawasan Indonesia Timur.
Sementara itu, TPK Berlian membukukan throughput sebesar 787.167 TEUs, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 757.258 TEUs.
Peningkatan kinerja di terminal tersebut didukung optimalisasi penerapan berthing window serta kesiapan peralatan bongkar muat yang terdiri dari 15 hingga 16 unit Harbour Mobile Crane atau HMC dan satu unit Container Crane.
Optimalisasi tersebut dinilai mampu mempercepat proses bongkar muat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional terminal.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan capaian tersebut menunjukkan strategi pengelolaan tiga terminal secara terintegrasi mulai memberikan hasil positif dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat konektivitas logistik.
“Rekor throughput hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa strategi pengelolaan tiga terminal secara terintegrasi mulai memberikan hasil yang semakin kuat. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan konektivitas internasional di TPK Teluk Lamong, optimalisasi layanan domestik di TPK Nilam dan TPK Berlian, serta peningkatan produktivitas operasional secara berkelanjutan,” ujar David.
Menurutnya, TTL akan terus menjaga momentum pertumbuhan dengan menghadirkan layanan yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna jasa.
Ke depan, PT Terminal Teluk Lamong akan terus meningkatkan produktivitas operasional, memperkuat konektivitas pelayaran, serta mengoptimalkan kapasitas dan utilisasi di ketiga terminal.
Sinergi antara TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu hub dan simpul logistik strategis Indonesia, khususnya dalam mendukung konektivitas perdagangan domestik maupun internasional.
Dengan capaian tersebut, TTL optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan hingga akhir 2026 sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap efisiensi rantai logistik nasional dan daya saing perdagangan Indonesia.
(SMD)



