{"id":1319,"date":"2026-07-01T10:11:13","date_gmt":"2026-07-01T03:11:13","guid":{"rendered":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/2026\/07\/01\/forbes-real-time-billionaires-low-tuck-kwong-jadi-orang-terkaya-indonesia-kekayaan-10-besar-tembus-us93-miliar\/"},"modified":"2026-07-01T10:11:13","modified_gmt":"2026-07-01T03:11:13","slug":"forbes-real-time-billionaires-low-tuck-kwong-jadi-orang-terkaya-indonesia-kekayaan-10-besar-tembus-us93-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/2026\/07\/01\/forbes-real-time-billionaires-low-tuck-kwong-jadi-orang-terkaya-indonesia-kekayaan-10-besar-tembus-us93-miliar\/","title":{"rendered":"Forbes Real-Time Billionaires: Low Tuck Kwong Jadi Orang Terkaya Indonesia, Kekayaan 10 Besar Tembus US$93 Miliar"},"content":{"rendered":"<p><strong>GIANESIA.COM<\/strong> &#8211; JAKARTA \u2013 Forbes kembali memperbarui daftar Real-Time Billionaires, pemeringkatan yang menampilkan perubahan kekayaan miliarder dunia secara langsung mengikuti pergerakan harga saham, nilai tukar mata uang, dan valuasi aset. Berdasarkan pembaruan akhir Juni 2026, terdapat 30 warga negara Indonesia yang masuk dalam daftar miliarder dunia versi Forbes dengan total kekayaan mencapai sekitar US$137 miliar.<\/p>\n<p>Posisi orang terkaya Indonesia saat ini ditempati Low Tuck Kwong dengan estimasi kekayaan US$16,4 miliar. Pengusaha kelahiran Singapura yang kini menjadi warga negara Indonesia tersebut memperoleh sebagian besar kekayaannya dari bisnis batu bara melalui Bayan Resources, serta investasi di sektor energi dan pertambangan lainnya. Secara global, Low Tuck Kwong berada di kisaran peringkat 171 miliarder dunia.<\/p>\n<p>Di posisi kedua terdapat Robert Budi Hartono dengan kekayaan sekitar US$15,4 miliar. Bersama saudaranya, ia dikenal sebagai pemilik Grup Djarum sekaligus pemegang saham pengendali Bank Central Asia (BCA), bank swasta terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar. Bisnis perbankan dan investasi menjadi kontributor utama kekayaannya.<\/p>\n<p>Peringkat ketiga ditempati Prajogo Pangestu dengan estimasi kekayaan US$14,3 miliar. Pendiri Barito Pacific Group ini memiliki kerajaan bisnis yang bergerak di bidang petrokimia, energi, panas bumi, hingga energi terbarukan melalui sejumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.<\/p>\n<p>Posisi berikutnya dihuni Anthoni Salim dengan kekayaan sekitar US$10,2 miliar. Salim Group memiliki bisnis yang sangat beragam, mulai dari industri makanan melalui Indofood, perbankan, telekomunikasi, infrastruktur hingga pertambangan. Diversifikasi usaha tersebut membuat kekayaannya relatif stabil di tengah fluktuasi pasar.<\/p>\n<p>Di urutan kelima terdapat Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corporation, dengan kekayaan sekitar US$8,5 miliar. Bisnisnya berkembang di sektor petrokimia, serat sintetis, pupuk, dan tekstil dengan jaringan operasi di berbagai negara.<\/p>\n<p>Sementara itu, Tahir dan keluarga berada di posisi keenam dengan kekayaan sekitar US$8 miliar. Pendiri Mayapada Group tersebut memiliki lini usaha di bidang perbankan, rumah sakit, properti, media, serta berbagai sektor investasi lainnya.<\/p>\n<p>Menariknya, sektor ekonomi digital semakin menunjukkan dominasinya. Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman, dua pendiri PT DCI Indonesia Tbk, masuk dalam jajaran 10 besar orang terkaya Indonesia dengan kekayaan masing-masing sekitar US$7,4 miliar dan US$5,3 miliar. Keduanya menikmati lonjakan nilai kekayaan seiring pesatnya pertumbuhan industri pusat data (data center) di Indonesia yang didorong ekspansi layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI).<\/p>\n<p>Nama lain yang masuk 10 besar adalah Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dengan kekayaan sekitar US$4,2 miliar dari bisnis kelapa sawit dan pertambangan nikel melalui Harita Group, serta Chairul Tanjung dengan kekayaan sekitar US$4 miliar yang berasal dari kerajaan bisnis CT Corp di sektor jasa keuangan, ritel, media, dan pariwisata.<\/p>\n<p>10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes Real-Time (akhir Juni 2026)<\/p>\n<p>Low Tuck Kwong \u2013 US$16,4 miliar (batu bara)<br \/>\nRobert Budi Hartono \u2013 US$15,4 miliar (perbankan dan rokok)<br \/>\nPrajogo Pangestu \u2013 US$14,3 miliar (petrokimia dan energi)<br \/>\nAnthoni Salim \u2013 US$10,2 miliar (grup usaha)<br \/>\nSri Prakash Lohia \u2013 US$8,5 miliar (manufaktur dan petrokimia)<br \/>\nTahir &amp; keluarga \u2013 US$8,0 miliar (perbankan dan properti)<br \/>\nOtto Toto Sugiri \u2013 US$7,4 miliar (pusat data)<br \/>\nMarina Budiman \u2013 US$5,3 miliar (pusat data)<br \/>\nLim Hariyanto Wijaya Sarwono \u2013 US$4,2 miliar (sawit dan nikel)<br \/>\nChairul Tanjung \u2013 US$4,0 miliar (grup usaha).<\/p>\n<p>Forbes menjelaskan bahwa daftar Real-Time Billionaires diperbarui secara terus-menerus mengikuti perubahan harga saham perusahaan publik dan valuasi aset para miliarder. Karena itu, nilai kekayaan maupun posisi masing-masing tokoh dapat berubah setiap hari sesuai dinamika pasar global. <strong>(DZY)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GIANESIA.COM &#8211; JAKARTA \u2013 Forbes kembali memperbarui daftar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1318,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[66,1],"tags":[3165,3173,3172,3174,3170,3175,3160,3171,3176,3162,3169,3177,3161,3168,3164,3163,3166,3167],"class_list":["post-1319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-umum","tag-anthoni-salim","tag-barito-pacific","tag-bayan-resources","tag-bca","tag-chairul-tanjung","tag-dci-indonesia","tag-forbes-real-time-billionaires","tag-harita-group","tag-konglomerat-indonesia","tag-low-tuck-kwong","tag-marina-budiman","tag-miliarder-indonesia","tag-orang-terkaya-indonesia","tag-otto-toto-sugiri","tag-prajogo-pangestu","tag-robert-budi-hartono","tag-sri-prakash-lohia","tag-tahir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1319"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1319\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}