{"id":1411,"date":"2026-07-18T08:40:37","date_gmt":"2026-07-18T01:40:37","guid":{"rendered":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/2026\/07\/18\/panen-raya-serentak-di-43-titik-gubernur-khofifah-sebut-kolaborasi-jadi-kunci-kedaulatan-pangan-indonesia\/"},"modified":"2026-07-18T08:40:37","modified_gmt":"2026-07-18T01:40:37","slug":"panen-raya-serentak-di-43-titik-gubernur-khofifah-sebut-kolaborasi-jadi-kunci-kedaulatan-pangan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/2026\/07\/18\/panen-raya-serentak-di-43-titik-gubernur-khofifah-sebut-kolaborasi-jadi-kunci-kedaulatan-pangan-indonesia\/","title":{"rendered":"Panen Raya Serentak di 43 Titik, Gubernur Khofifah Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Kedaulatan Pangan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>GIANESIA.COM<\/strong> &#8211; MALANG, 18 Juli 2026 \u2013 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya TNI Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17\/7), yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sinergi tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI).<\/p>\n<p>Turut mendampingi Presiden, Gubernur Jawa Timur <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a> Indar Parawansa menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional melalui kontribusinya pada produksi padi, gula, dan kedelai.<\/p>\n<p>Panen raya di Lanud Abdulrachman Saleh difokuskan pada komoditas tebu sebagai bentuk dukungan TNI Angkatan Udara terhadap program swasembada gula nasional. Sementara itu, TNI Angkatan Darat mengembangkan budidaya padi dan TNI Angkatan Laut mengembangkan komoditas kedelai.<\/p>\n<p>Menurut Khofifah, model kolaborasi yang dibangun melalui Panen Raya TNI membuktikan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, bukan hanya pemerintah atau Kementerian Pertanian.<\/p>\n<p>\u201cKetahanan pangan adalah fondasi ketahanan bangsa. Karena itu, penguatannya membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, petani, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta seluruh pemangku kepentingan,\u201d ujar Khofifah.<\/p>\n<p>Ia optimistis, sinergi lintas sektor akan mempercepat terwujudnya kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia.<\/p>\n<p>Khofifah menjelaskan, tiga komoditas yang menjadi fokus Panen Raya TNI memiliki nilai strategis. Padi menjadi penyangga utama kebutuhan pangan masyarakat, tebu mendukung percepatan swasembada gula, sedangkan kedelai terus dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.<\/p>\n<p>Karena itu, pembangunan sektor pertanian harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan produktivitas lahan, penerapan teknologi modern, penguatan kelembagaan petani, riset dan inovasi, hingga kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n<p>Jawa Timur Dominasi Produksi Gula Nasional<\/p>\n<p>Khofifah menegaskan, Jawa Timur saat ini merupakan produsen gula terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 51 persen terhadap produksi gula nasional.<\/p>\n<p>Sepanjang 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur mencapai sekitar 1,34 juta ton, menjadi capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir sekaligus memperkokoh posisi provinsi ini sebagai penyangga utama industri gula nasional.<\/p>\n<p>Menurutnya, dipusatkannya Panen Raya TNI komoditas tebu di Kabupaten Malang merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas Jawa Timur dalam mendukung program strategis nasional.<\/p>\n<p>\u201cKepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus amanah bagi Jawa Timur untuk terus meningkatkan produktivitas, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi agar kontribusi kami terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk memperkuat sektor pergulaan, pada 2026 Jawa Timur kembali mendapat amanah melaksanakan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare serta Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare, sehingga total pengembangan mencapai 54.897 hektare di 24 kabupaten sentra tebu.<\/p>\n<p>Produksi Padi Terus Meningkat<\/p>\n<p>Selain menjadi sentra gula nasional, Jawa Timur juga memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung padi Indonesia.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 12,60 persen dibandingkan 2024 atau setara sekitar 6,03 juta ton beras konsumsi.<\/p>\n<p>Khofifah mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, serta para petani melalui optimalisasi pola tanam, penggunaan benih unggul, penguatan irigasi, mekanisasi pertanian, dan pendampingan intensif.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan bahwa Jawa Timur terus memperkuat pengembangan kedelai melalui perluasan areal tanam, penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya, serta peningkatan pendampingan kepada petani guna mendukung pengurangan impor kedelai nasional.<\/p>\n<p>Gotong Royong Bangun Kedaulatan Pangan<\/p>\n<p>Khofifah memberikan apresiasi kepada TNI yang tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga aktif mendukung pembangunan sektor pertanian melalui pemanfaatan lahan produktif dan pendampingan kepada petani.<\/p>\n<p>\u201cSemangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama masyarakat dalam panen raya ini menjadi contoh nyata bahwa membangun ketahanan pangan merupakan tugas bersama. Ketika seluruh komponen bangsa bergerak dalam satu tujuan, saya yakin cita-cita mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan akan semakin cepat terwujud,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p>\u201cKolaborasi adalah kunci. Dengan kerja keras, inovasi, dan gotong royong, kami optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,\u201d tegas Khofifah.<\/p>\n<p>Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menilai Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di 43 titik menjadi bukti bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang hanya dapat diwujudkan melalui persatuan seluruh komponen bangsa.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,\u201d ujar Presiden.<\/p>\n<p>Presiden juga mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat persatuan, memanfaatkan kekayaan alam secara optimal, dan bekerja bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat serta sejahtera.<\/p>\n<p>\u201cKita optimistis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit. Indonesia akan menjadi negara makmur. Kita ingin menjadi bangsa yang bangkit. Kekuatan dan kesejahteraan masyarakatnya menjadi pertahanan yang kuat bagi suatu bangsa,\u201d pungkas Presiden Prabowo. <strong>(IPD)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GIANESIA.COM &#8211; MALANG, 18 Juli 2026 \u2013 Presiden&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[70],"tags":[324,2938,3341,13,891,3340,2929,3339,833,3344,1539,41,112,2941,1626,1627,814,3342,3343,1058],"class_list":["post-1411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintahan","tag-bps","tag-gula-nasional","tag-kedelai","tag-ketahanan-pangan","tag-khofifah-indar-parawansa","tag-lanud-abdulrachman-saleh","tag-malang","tag-panen-raya-tni","tag-pangan-nasional","tag-pertanian","tag-petani","tag-prabowo-subianto","tag-presiden-prabowo","tag-produksi-gula","tag-produksi-padi","tag-swasembada-gula","tag-swasembada-pangan","tag-tni-ad","tag-tni-al","tag-tni-au"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1411"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1411\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}