{"id":1794,"date":"2026-10-15T13:07:15","date_gmt":"2026-10-15T06:07:15","guid":{"rendered":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/2026\/10\/15\/dua-truk-tangki-air-dikirim-ke-sumenep-khofifah-cari-solusi-jangka-panjang-atasi-kekeringan\/"},"modified":"2026-10-15T13:07:15","modified_gmt":"2026-10-15T06:07:15","slug":"dua-truk-tangki-air-dikirim-ke-sumenep-khofifah-cari-solusi-jangka-panjang-atasi-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/2026\/10\/15\/dua-truk-tangki-air-dikirim-ke-sumenep-khofifah-cari-solusi-jangka-panjang-atasi-kekeringan\/","title":{"rendered":"Dua Truk Tangki Air Dikirim ke Sumenep, Khofifah Cari Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p><strong>GIANESIA.COM<\/strong> &#8211; <span style=\"font-size: var(--bs-body-font-size); text-align: var(--bs-body-text-align); -webkit-tap-highlight-color: transparent; -webkit-text-size-adjust: 100%;\"><b>SUMENEP, 15 OKTOBER 2026 <\/b>\u2013 Gubernur Jawa Timur <\/span><a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" style=\"font-family: sans-serif; font-size: var(--bs-body-font-size); text-align: var(--bs-body-text-align); -webkit-tap-highlight-color: transparent; -webkit-text-size-adjust: 100%;\">Khofifah<\/a><span style=\"font-size: var(--bs-body-font-size); text-align: var(--bs-body-text-align); -webkit-tap-highlight-color: transparent; -webkit-text-size-adjust: 100%;\"> Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Rabu (14\/10).<\/span><\/p>\n<p>Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih di tengah dampak kekeringan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengidentifikasi kemungkinan pembangunan sumur bor agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p>Diketahui, Kabupaten Sumenep menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang menghadapi dampak kekeringan. Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 70 desa terdampak dengan total 271.017 jiwa. Sementara itu, di Dusun Marang, Kecamatan Batuputih, terdapat 595 jiwa yang turut mengalami kesulitan memperoleh air bersih.<\/p>\n<p>Pemprov <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jatim<\/a> pun mengalokasikan bantuan sebesar Rp130 juta guna mendukung distribusi air bersih di Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut juga dilengkapi dengan 540 jeriken berkapasitas 15 liter, 90 tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta 200 lembar terpal.<\/p>\n<p>Khusus untuk masyarakat Dusun Marang, bantuan disalurkan melalui penyediaan dua truk tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Masyarakat juga mendapatkan bantuan tiga tandon air, dua tandon lipat, serta 150 jeriken untuk membantu penyimpanan dan pemenuhan kebutuhan air sehari-hari.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a> mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air bersih saat musim kemarau.<\/p>\n<p>\u201cKabupaten Sumenep ini jadi salah satu dari 25 Kabupaten yang mengeluarkan status darurat kekeringan. Hari ini di Desa Marang kita dropping air bersih, ada dua truk tangki dan 13 tandon unit tandon air,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Khofifah menambahkan, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian bersama. Maka, distribusi air bersih terus diupayakan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, khususnya untuk memasak, minum, dan keperluan sanitasi.<\/p>\n<p>\u201cKita identifikasi, kalau ada opsi sumur bor akan kita upayakan. Kalau memang memungkinkan, kita sediakan di tahun 2027 awal, sebelum musim kemarau tahun depan kami upayakan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Namun, ia menegaskan bahwa penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air bersih. Diperlukan langkah lanjutan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi persoalan serupa setiap musim kemarau.<\/p>\n<p>Salah satu opsi yang akan dikaji adalah pembangunan sumur bor di wilayah yang dinilai membutuhkan dan memungkinkan secara teknis. Pemprov Jatim akan mengidentifikasi kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.<\/p>\n<p>\u201cKita identifikasi, kalau ada opsi sumur bor akan kita upayakan. Kalau memang memungkinkan, kita sediakan di awal 2027, sebelum musim kemarau tahun depan kami upayakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a> melanjutkan, rencana tersebut perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Koordinasi diperlukan untuk memastikan kebutuhan di lapangan, kelayakan pembangunan, serta langkah teknis yang harus dipersiapkan.<\/p>\n<p>Sementara itu, warga Dusun Marang, Sudi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan air bersih yang disalurkan Gubernur <a href=\"https:\/\/biroadpim.jatimprov.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Khofifah<\/a>. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang setiap tahun menghadapi kesulitan air bersih saat musim kemarau.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, sangat senang mendapat bantuan air bersih ini. Setiap tahun saat musim kemarau, kami pasti kekurangan air bersih. Kami berharap banyak kepada Ibu Gubernur agar ada solusi supaya warga tidak terus mengalami kesulitan air bersih setiap musim kemarau,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia berharap, rencana pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi tanpa harus terus bergantung pada bantuan distribusi air saat musim kemarau.<\/p>\n<p>\u201cSemoga segera ada pengeboran karena tiap tahun saat musim kemarau pasti disini kekurangan air bersih. Kami berharap banyak pada Ibu Gubernur,\u201d pungkasnya. <strong>(UAJ)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GIANESIA.COM &#8211; SUMENEP, 15 OKTOBER 2026 \u2013 Gubernur&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1793,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[70,1],"tags":[],"class_list":["post-1794","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintahan","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1794"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1794\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}