{"id":787,"date":"2026-04-06T10:27:16","date_gmt":"2026-04-06T03:27:16","guid":{"rendered":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/2026\/04\/06\/gubernur-khofifah-apresiasi-kth-pacitan-tembus-pasar-australia-ekspor-gula-aren-organik-mendunia\/"},"modified":"2026-04-06T11:49:10","modified_gmt":"2026-04-06T04:49:10","slug":"gubernur-khofifah-apresiasi-kth-pacitan-tembus-pasar-australia-ekspor-gula-aren-organik-mendunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/2026\/04\/06\/gubernur-khofifah-apresiasi-kth-pacitan-tembus-pasar-australia-ekspor-gula-aren-organik-mendunia\/","title":{"rendered":"Gubernur Khofifah Apresiasi KTH Pacitan Tembus Pasar Australia, Ekspor Gula Aren Organik Mendunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>GIANESIA.COM<\/strong> &#8211; <a href=\"https:\/\/updatecepat.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" style=\"font-family: sans-serif; background-color: rgb(255, 255, 255);\"><b>SURABAYA<\/b><\/a>&nbsp;&#8211;&nbsp;Sektor kehutanan berbasis masyarakat di Jawa Timur menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melaporkan bahwa Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) Kelompok Tani Hutan (KTH) di wilayahnya mencapai Rp367,95 miliar pada Triwulan I (Januari-Maret) 2026.<\/p>\n<div>Angka fantastis ini tidak hanya membawa Jawa Timur menduduki peringkat tertinggi di Indonesia, tetapi juga menyumbang 59,38 persen dari total NTE KTH nasional yang berada di angka Rp619,58 miliar.<\/div>\n<div>&#8220;Alhamdulillah, ini adalah capaian tertinggi secara nasional. Ini indikator kuat bahwa ekonomi kehutanan masyarakat kita semakin produktif dan memberikan nilai tambah nyata bagi warga di sekitar kawasan hutan,&#8221; ujar Gubernur Khofifah di <a href=\"https:\/\/updatecepat.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a>, Senin (6\/4\/2026).<\/div>\n<div><b>Pertumbuhan Signifikan dan Pasar Global<\/b><\/div>\n<div>Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 (Rp290,53 miliar), capaian tahun ini mengalami lonjakan sebesar 26,64 persen. Pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 15,29 persen.<\/div>\n<div>Keberhasilan ini dibuktikan dengan kualitas produk lokal yang mulai berbicara di panggung dunia. Salah satu contoh sukses adalah KTH Aren Lestari dari Desa Temon, Pacitan. Kelompok ini telah berhasil mengekspor 12 ton gula aren organik senilai lebih dari Rp535 juta ke negara-negara seperti Malaysia, Belanda, hingga Australia.<\/div>\n<div><b>Trenggalek Jadi Motor Utama<\/b><\/div>\n<div><b><br \/><\/b><\/div>\n<div>Berdasarkan data sebaran wilayah, Kabupaten Trenggalek menjadi primadona dengan kontribusi terbesar, yakni mencapai Rp185,35 miliar. Disusul oleh beberapa kabupaten lainnya,<\/div>\n<ul>\n<li>&nbsp;Lamongan : Rp22,15 miliar<\/li>\n<li>&nbsp;Blitar : Rp20,74 miliar<\/li>\n<li>&nbsp;Probolinggo : Rp19,03 miliar<\/li>\n<li>&nbsp;Lumajang : Rp17,82 miliar<\/li>\n<\/ul>\n<div>Secara komoditas, hasil hutan kayu masih mendominasi dengan perolehan akumulatif lebih dari Rp200 miliar. Meski demikian, Gubernur Khofifah terus mendorong para petani untuk melakukan diversifikasi ke hasil hutan bukan kayu guna menjaga keberlanjutan lingkungan dan stabilitas pendapatan.<\/div>\n<div><b>Sinergi dan Pendampingan<\/b><\/div>\n<div><b><br \/><\/b><\/div>\n<div>Khofifah menilai, keberhasilan Jatim mendominasi lebih dari separuh transaksi ekonomi hutan nasional adalah buah dari sinergi antara penyuluh kehutanan dan penguatan kelembagaan di lapangan.<\/div>\n<div>&#8220;Pendampingan intensif berbasis potensi lokal terbukti mampu menaikkan kelas para petani hutan kita. Kami berkomitmen untuk terus memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas SDM,&#8221; tambahnya.<\/div>\n<div>Melalui penguatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap KTH tidak hanya sekadar menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus motor penggerak kesejahteraan masyarakat pedesaan. <strong>(FDX)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GIANESIA.COM &#8211; SURABAYA&nbsp;&#8211;&nbsp;Sektor kehutanan berbasis masyarakat di Jawa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":788,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[66,70],"tags":[1571,1567,655,325,1572],"class_list":["post-787","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-pemerintahan","tag-ekonomi-kehutanan","tag-gubernur-jawa-timur","tag-gubernur-khofifah","tag-jawa-timur","tag-kelompok-tani-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/787","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=787"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/787\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":789,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/787\/revisions\/789"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/788"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=787"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=787"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=787"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}