{"id":975,"date":"2026-05-06T18:12:00","date_gmt":"2026-05-06T11:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/gianesia.com\/?p=975"},"modified":"2026-05-06T18:12:00","modified_gmt":"2026-05-06T11:12:00","slug":"kinerja-ekonomi-jawa-barat-positif-tumbuh-579-persen-di-tengah-tantangan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/2026\/05\/06\/kinerja-ekonomi-jawa-barat-positif-tumbuh-579-persen-di-tengah-tantangan-global\/","title":{"rendered":"Kinerja Ekonomi Jawa Barat Positif, Tumbuh 5,79 Persen di Tengah Tantangan Global"},"content":{"rendered":"<p><strong>GIANESIA.COM<\/strong> &#8211; <span style=\"font-size: var(--bs-body-font-size); text-align: var(--bs-body-text-align); -webkit-tap-highlight-color: transparent; -webkit-text-size-adjust: 100%;\">BANDUNG, 6 Mei 2026 \u2013 Kinerja ekonomi Provinsi Jawa Barat menunjukkan tren positif pada awal tahun ini. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,79 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.  \ufffc<\/span><\/p>\n<p>Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global yang masih fluktuatif.<\/p>\n<p>\u201cKinerja ekonomi triwulan I-2026 didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas konsumsi,\u201d ujarnya dalam rilis resmi statistik di Bandung.  \ufffc<\/p>\n<p>Selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Jawa Barat juga mencatat pertumbuhan 0,24 persen secara kuartalan (quarter to quarter) dibandingkan triwulan IV 2025, menandakan pemulihan yang berkelanjutan.  \ufffc<\/p>\n<p>Pertumbuhan ini tidak lepas dari peran konsumsi rumah tangga yang masih menjadi motor utama ekonomi. BPS mencatat konsumsi masyarakat menyumbang 65,22 persen terhadap struktur ekonomi dan memberikan andil pertumbuhan terbesar sebesar 3,27 persen.  \ufffc<\/p>\n<p>Margaretha menegaskan bahwa besarnya jumlah penduduk Jawa Barat menjadi kekuatan utama dalam menjaga daya beli.<\/p>\n<p>\u201cKonsumsi rumah tangga dengan besarnya penduduk Jabar menjadi kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi saat ini,\u201d jelasnya.  \ufffc<\/p>\n<p>Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Barat dengan kontribusi mencapai 39,60 persen, sekaligus menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar. Selain itu, sektor transportasi, perdagangan, serta informasi dan komunikasi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspansi ekonomi daerah.  \ufffc<\/p>\n<p>Tak hanya itu, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut turut memberikan efek domino terhadap perekonomian daerah, terutama dalam meningkatkan aktivitas sektor makanan dan minuman serta mendorong sektor pertanian dan penyerapan tenaga kerja.  \ufffc<\/p>\n<p>\u201cProgram MBG ikut memutar gerak ekonomi di Jawa Barat, termasuk dari sisi penyerapan tenaga kerja,\u201d kata Margaretha.  \ufffc<\/p>\n<p>Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. BPS mencatat jumlah tenaga kerja di Jawa Barat mencapai sekitar 25,10 juta orang, dengan penambahan lebih dari 100 ribu tenaga kerja dalam setahun terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,64 persen, menandakan membaiknya kondisi pasar kerja.  \ufffc<\/p>\n<p>Di tingkat nasional, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa wilayah Pulau Jawa\u2014termasuk Jawa Barat\u2014masih menjadi pusat utama aktivitas ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 57 persen terhadap PDB Indonesia.  \ufffc<\/p>\n<p>Dengan capaian tersebut, Jawa Barat menempati posisi kompetitif di antara provinsi di Pulau Jawa, sekaligus menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat di tengah tekanan global.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 5,79 persen ini mencerminkan kombinasi antara kuatnya konsumsi domestik, peran industri pengolahan, serta dukungan program pemerintah yang mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah. Para analis menilai, jika tren ini terus terjaga, Jawa Barat berpotensi mempertahankan pertumbuhan di atas rata-rata nasional hingga akhir tahun 2026. <strong>(BGQ)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GIANESIA.COM &#8211; BANDUNG, 6 Mei 2026 \u2013 Kinerja&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":974,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[66],"tags":[423,2074,2085,2075,2080,236,1941,2073,2071,360,2084,2077,2076,2079,2078,2083,1375,2072,2082,2081],"class_list":["post-975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-berita-ekonomi-terbaru","tag-bps-jawa-barat","tag-data-bps-terbaru","tag-data-ekonomi-terbaru","tag-ekonomi-bandung","tag-ekonomi-indonesia","tag-ekonomi-indonesia-2026","tag-ekonomi-jabar-2026","tag-ekonomi-jawa-barat","tag-ekonomi-nasional","tag-ekonomi-pulau-jawa","tag-ekonomi-regional-indonesia","tag-ekonomi-triwulan-1-2026","tag-industri-pengolahan-jabar","tag-konsumsi-rumah-tangga","tag-pertumbuhan-ekonomi-daerah","tag-pertumbuhan-ekonomi-indonesia","tag-pertumbuhan-ekonomi-jabar","tag-statistik-ekonomi-jabar","tag-update-ekonomi-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=975"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/975\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":978,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/975\/revisions\/978"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gianesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}