EkonomiUmum

Gubernur Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Pertama di Indonesia, JATIM HUB Jadi Gerbang Baru Nusantara

258
×

Gubernur Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Pertama di Indonesia, JATIM HUB Jadi Gerbang Baru Nusantara

Share this article
Dok. Humasjatim

GIANESIA.COM – SIDOARJO, 9 Mei 2026 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro, Jumat (8/5/2026). Fasilitas ini menjadi instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia sekaligus tonggak baru penguatan sistem logistik dan perdagangan nasional berbasis integrasi layanan.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti pemanfaatan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur oleh Kepala Badan Karantina Indonesia yang dilanjutkan dengan penekanan tombol sirine sebagai simbol dimulainya operasional kawasan tersebut.

Instalasi Karantina Terpadu ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan JATIM HUB — Nusantara Integrated Trade & Quarantine Gateway — yang mengintegrasikan layanan karantina, logistik, perdagangan, hingga distribusi dalam satu ekosistem modern dan terhubung.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyebut kehadiran fasilitas tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat efisiensi perdagangan dan pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, serta tumbuhan di Jawa Timur.

“Alhamdulillah dengan peresmian Instalasi Karantina Terpadu JATIM HUB ini mulai beroperasi. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Karantina Indonesia karena ini menjadi yang pertama di Indonesia,” ujar Khofifah.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi penting sebagai lokomotif ekonomi nasional sekaligus lumbung pangan Indonesia. Karena itu, setiap produk yang masuk maupun keluar harus terjamin keamanan, kualitas, dan legalitasnya.

Ia menegaskan, konsep Integrated Agro-Logistics and Quarantine Gateway menjadi implementasi nyata integrasi sistem logistik pangan dan prosedur karantina dalam satu sistem yang lebih cepat, efisien, dan transparan.

“Dengan adanya gerbang terintegrasi ini, proses logistik dan karantina tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu sistem yang modern dan efektif,” katanya.

Khofifah juga menilai penguatan fungsi karantina sejalan dengan visi besar Gerbang Baru Nusantara yang menempatkan Jawa Timur sebagai pusat konektivitas dan perdagangan penghubung Indonesia Barat dan Timur.

Posisi strategis tersebut diperkuat dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, mulai dari tujuh bandara, 37 pelabuhan, hingga 12 ruas jalan tol. Selain itu, Jawa Timur juga memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 13 kawasan industri, serta satu kawasan industri halal.

See also  Kebijakan Moneter BI Tetap Akomodatif, Inflasi Jadi Pertimbangan Utama

Tak hanya itu, Pelabuhan Tanjung Perak saat ini melayani 24 dari 41 rute Tol Laut nasional, dengan hampir 80 persen pasokan logistik Indonesia Timur berasal dari Jawa Timur.

“Hal ini semakin menegaskan posisi Jawa Timur sebagai center of gravity logistik dan perdagangan nasional sekaligus Gerbang Baru Nusantara,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, kawasan JATIM HUB juga diharapkan menjadi pintu masuk produk-produk daerah menuju pasar global, termasuk produk koperasi, UKM, dan IKM.

“Kita ingin produk-produk daerah, termasuk produk Koperasi Merah Putih, UKM, dan IKM, tidak hanya beredar di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Ia menyebut salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku usaha selama ini adalah lambatnya distribusi barang dan tingginya biaya logistik. Karena itu, integrasi layanan karantina dan logistik diyakini dapat mempercepat distribusi sekaligus meningkatkan kepastian layanan.

“Di tengah persaingan perdagangan global, kecepatan layanan menjadi bagian dari daya saing,” imbuhnya.

Fasilitas karantina terpadu tersebut mengintegrasikan proses pemeriksaan, pengasingan, tindakan karantina, hingga pengujian laboratorium dalam satu kawasan. Sistem layanan juga diperkuat melalui joint inspection antara karantina dan Bea Cukai untuk mempercepat arus barang dan menekan dwelling time.

Kawasan JATIM HUB turut dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti pergudangan, cold storage, tempat penimbunan sementara, kawasan distribusi, laboratorium, hingga pasar terpadu.

Pengembangan kawasan dilakukan melalui kolaborasi Pemprov Jawa Timur dan Badan Karantina Indonesia dengan dukungan PT Jatim Grha Utama (JGU) sebagai BUMD yang ditugaskan memperkuat ekosistem logistik terintegrasi.

Berlokasi di Jemundo, Sidoarjo, kawasan JATIM HUB berdiri di atas lahan seluas 50 hektare di salah satu koridor perdagangan utama Jawa Timur.

Operasional karantina terpadu ini diproyeksikan membawa dampak besar terhadap peningkatan efisiensi perdagangan dan pendapatan daerah. Volume pergerakan komoditas di Jawa Timur sendiri tercatat mencapai lebih dari 350 ribu frekuensi media pembawa hewan, ikan, dan tumbuhan setiap tahun.

See also  Gubernur Khofifah Perkuat Spirit Ramadhan Lewat Khotmil Qur’an Bersama Komunitas Disabilitas

Dari jumlah tersebut, potensi lalu lintas kontainer ekspor dan impor yang masuk ke instalasi karantina diperkirakan mencapai 911.360 TEUs per tahun, terdiri dari 811.728 TEUs impor dan 99.632 TEUs ekspor.

“Efisiensi logistik akan meningkatkan daya saing produk Jawa Timur di pasar global,” kata Khofifah.

Sementara itu, Abdul Kadir Karding menegaskan keberadaan Badan Karantina Indonesia merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi sumber daya alam hayati nasional sebagai modal pembangunan berkelanjutan.

Ia menjelaskan tugas Badan Karantina tidak hanya mencegah masuk dan tersebarnya hama maupun penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, tetapi juga mengawasi keamanan dan mutu pangan, pakan, produk rekayasa genetik, hingga sumber daya genetik dan satwa liar.

Karding pun mengapresiasi dukungan Pemprov Jawa Timur yang menyediakan lahan lima hektare untuk integrasi seluruh proses karantina dalam satu kawasan.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah yang telah menempatkan Balai Karantina di satu tempat sehingga barang yang diuji dan dikarantina bisa lebih mudah, efektif, efisien, tidak berbelit, dan mengurangi dwelling time,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan ekspor sejumlah komoditas, di antaranya produk Frozen Yellowfin Tuna seberat 19.906,46 kilogram tujuan Amerika Serikat oleh Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Ishlah dan PT Citra Raja Ampat Canning, serta pakan ternak sebanyak 20.250 kilogram tujuan Timor Leste oleh PT Charoen Pokphand Indonesia.

Selain itu, PT BISI International Tbk juga melepas benih timun sebanyak 17,88 kilogram dari Jawa Timur menuju Lombok Barat.

Dalam agenda tersebut turut dilakukan penyerahan sertifikat karantina kepada sejumlah pengguna jasa sebagai bentuk penguatan tata kelola perdagangan dan logistik nasional yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi. (SNV)