GIANESIA.COM – SURABAYA, 8 Mei 2026 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip keberlanjutan melalui penguatan transparansi Environmental, Social and Governance (ESG). Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menggelar pelatihan penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) bagi tim manajemen dan pekerja lintas unit kerja.
Pelatihan yang dilaksanakan pada Senin (4/5) di Pelindo Place Surabaya tersebut diikuti 26 pekerja TPS dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan prinsip keberlanjutan terintegrasi dalam proses bisnis, pengambilan keputusan, hingga pelaporan kinerja perusahaan secara komprehensif, transparan, dan akuntabel.
Sebagai operator terminal petikemas, TPS secara konsisten mengimplementasikan prinsip ESG melalui berbagai program berkelanjutan. Pada aspek lingkungan, TPS aktif melestarikan ekosistem pesisir melalui pengelolaan hutan mangrove seluas 22,7 hektare di area kerja perusahaan. TPS juga melakukan pembibitan 10.000 bibit mangrove yang siap panen setiap empat hingga enam bulan.
Program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai carbon sink atau penyerap karbon, tetapi juga membantu menjaga kelestarian biota di kawasan mangrove TPS. Selain itu, TPS juga menjalankan program pengurangan emisi melalui elektrifikasi alat bongkar muat utama seperti Container Crane (CC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG).
Elektrifikasi seluruh unit CC telah rampung sejak 2016, sementara elektrifikasi seluruh RTG diselesaikan pada April 2026. Berbagai inisiatif ramah lingkungan lainnya juga dilakukan, mulai pemanfaatan listrik tenaga surya untuk penerangan area kantor, penghijauan terminal, hingga pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Senior Manager Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui program operasional, tetapi juga melalui tata kelola dan transparansi perusahaan.
“Laporan Keberlanjutan memiliki peran strategis untuk mendokumentasikan dan mengomunikasikan pelaksanaan program-program berkelanjutan TPS sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan kepada regulator, pemegang saham, mitra usaha, pelanggan dan masyarakat,” ujar Jeanny.
Selain penguatan aspek ESG, TPS juga terus mendorong digitalisasi layanan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan keterbukaan informasi publik. Berbagai inovasi digital yang telah diterapkan di antaranya Web Access & Clique 247, CDR (Container Damage Report) Online, Automatic Damage Detection System (ADDS), hingga layanan terbaru Vessel Report.
Digitalisasi tersebut mendukung prinsip Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan bagi pengguna jasa pelabuhan.
Di sektor operasional dan logistik, TPS juga menyediakan sejumlah layanan bernilai tambah seperti Behandle Management, layanan fumigasi, layanan pemeriksaan kulit garaman, hingga pemeriksaan petikemas menggunakan Container Scanner. Seluruh layanan tersebut mendukung kelancaran arus barang, kepatuhan regulasi, serta keamanan dan keselamatan operasional pelabuhan.
Pelatihan Sustainability Report ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap Global Reporting Initiative (GRI) Standards Update 2021, termasuk standar universal, penentuan topik material berbasis dampak, hingga pengungkapan kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial yang terintegrasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Melalui penguatan kapabilitas internal, pengelolaan data keberlanjutan yang terstruktur, serta pelaporan yang transparan, TPS memantapkan langkahnya dalam mengimplementasikan keberlanjutan sebagai bagian integral strategi bisnis perusahaan, sejalan dengan transformasi Pelindo dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Group sebagai pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan operator terminal berkelas dunia. (JNQ)



