EkonomiPemerintahanPolitikUmum

Adhy Karyono: Pembinaan Warga Binaan Harus Jadi Bekal untuk Kembali ke Masyarakat

266
×

Adhy Karyono: Pembinaan Warga Binaan Harus Jadi Bekal untuk Kembali ke Masyarakat

Share this article

GIANESIA.COMSIDOARJO, 17 AGUSTUS 2026 — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Kabupaten Sidoarjo, menjadi momentum untuk memberikan apresiasi sekaligus meneguhkan pentingnya proses pembinaan bagi warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri Penyerahan Remisi Umum dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Senin (17/8) siang.

Adhy mengatakan, pemberian remisi tidak semata-mata dimaknai sebagai pengurangan masa pidana. Lebih dari itu, remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik serta mengikuti proses pembinaan sesuai ketentuan.

“Remisi ini harus menjadi titik balik bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Yang paling penting bukan hanya berkurangnya masa pidana, tetapi bagaimana setelah kembali nanti mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik, produktif dan memberikan kontribusi positif,” ujar Adhy.

Menurutnya, semangat kemerdekaan memiliki makna yang luas, termasuk memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan. Karena itu, momentum pemberian remisi harus dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh.

Ia menegaskan, keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya diukur dari selesainya masa pidana, tetapi juga dari kemampuan warga binaan untuk kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.

“Jangan sampai ketika sudah kembali ke masyarakat mereka justru tidak memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang baru. Karena itu, pembinaan keterampilan, pembentukan karakter dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat menjadi sangat penting,” katanya.

See also  Rahasia Perawatan Discus yang Tak Pernah Dibongkar Breeder, Akhirnya Terungkap

Adhy juga mengajak masyarakat dan keluarga untuk ikut memberikan dukungan kepada warga binaan yang telah mendapatkan kesempatan untuk kembali ke lingkungan sosialnya. Menurutnya, proses reintegrasi membutuhkan penerimaan dan dukungan dari lingkungan agar mereka dapat benar-benar memulai kehidupan baru.

“Kesempatan kedua ini harus kita jaga bersama. Keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting agar mereka tidak kembali pada lingkungan atau perilaku yang menyebabkan mereka harus berhadapan dengan hukum,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adhy juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, jajaran pemasyarakatan, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat untuk membuka lebih banyak ruang pemberdayaan bagi warga binaan maupun mereka yang telah selesai menjalani masa pidana.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan perlu terus dikembangkan sehingga ketika kembali ke masyarakat, warga binaan memiliki kemampuan untuk bekerja, berwirausaha maupun menjalankan aktivitas produktif lainnya.

“Kalau mereka punya keterampilan dan kesempatan untuk bekerja atau berusaha, tentu akan lebih mudah bagi mereka untuk membangun kembali kehidupannya. Ini yang harus kita dorong bersama,” jelas Adhy.

Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi penyemangat bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan memanfaatkan setiap proses pembinaan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah bebas.

“Jadikan remisi ini sebagai motivasi untuk terus berubah. Ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat, tunjukkan bahwa kesempatan yang diberikan negara ini bisa menjadi awal untuk kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penyerahan Remisi Umum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan sekaligus wujud penghargaan negara terhadap warga binaan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui momentum tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai energi untuk membuka kesempatan kedua, memperbaiki diri dan kembali mengambil peran positif dalam kehidupan bermasyarakat. (OSE)