BisnisEkonomi

Emas Turun Lagi! Harga Galeri 24 dan UBS Anjlok di Pegadaian

261
×

Emas Turun Lagi! Harga Galeri 24 dan UBS Anjlok di Pegadaian

Share this article

GIANESIA.COM – JAKARTA, 17 Maret 2026 – Harga emas batangan yang dipasarkan melalui PT Pegadaian mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Koreksi harga terjadi pada beberapa produk emas populer seperti Galeri 24, UBS, maupun emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Berdasarkan data harga emas terbaru dari situs resmi Galeri 24 Pegadaian, harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram berada di kisaran Rp3.001.000, turun sekitar Rp11.000 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara emas UBS ukuran 1 gram diperdagangkan sekitar Rp3.015.000, juga turun sekitar Rp11.000. Di sisi lain, harga buyback emas Antam atau harga jual kembali tercatat sekitar Rp2.812.000 per gram, turun sekitar Rp10.000 dari perdagangan sebelumnya.

Penurunan harga tersebut merupakan bagian dari tren koreksi emas yang terjadi sepanjang minggu ini di pasar domestik.

Pergerakan Harga Emas Sepekan

Jika melihat data harga selama sepekan terakhir, tren pelemahan emas terlihat cukup jelas. Pada 8 Maret 2026, harga emas UBS ukuran 1 gram masih berada di sekitar Rp3.105.000, sementara emas Galeri 24 sekitar Rp3.091.000 per gram.

Namun memasuki pertengahan Maret, harga emas mulai terkoreksi. Pada 16 Maret 2026, harga emas UBS tercatat sekitar Rp3.020.000 per gram, sedangkan emas Galeri 24 sekitar Rp3.006.000 per gram, atau turun sekitar Rp6.000 dari perdagangan sebelumnya.

Dengan demikian, dalam rentang sekitar satu minggu, harga emas domestik mengalami penurunan berkisar Rp80.000–Rp100.000 per gram tergantung jenis produknya.

Beberapa laporan media ekonomi juga mencatat penurunan harga emas di Pegadaian terjadi secara bertahap sepanjang pekan ini seiring fluktuasi harga emas global.

Dipengaruhi Harga Emas Global

Pelemahan harga emas domestik tidak terlepas dari pergerakan harga emas dunia. Harga emas global dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti kebijakan suku bunga bank sentral dunia, pergerakan dolar AS, hingga ketegangan geopolitik.

See also  Serangan ke Kilang Bahrain Picu Kekhawatiran Krisis Minyak Dunia

Ketika dolar AS menguat dan suku bunga global tinggi, investor cenderung memindahkan dana ke instrumen berbunga seperti obligasi, sehingga permintaan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) berkurang.

Opini Ekonom

Sejumlah ekonom menilai penurunan harga emas saat ini merupakan koreksi wajar setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan.

Ekonom pasar keuangan menilai fluktuasi harga emas sering kali dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga global. Ketika suku bunga tinggi, daya tarik emas biasanya melemah karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.

Meski demikian, emas masih dianggap sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global. Dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, permintaan emas biasanya kembali meningkat.

Karena itu, sebagian analis menilai koreksi harga emas justru dapat menjadi momentum bagi investor untuk melakukan akumulasi investasi emas secara bertahap.

Prospek Harga Emas

Ke depan, arah pergerakan harga emas domestik diperkirakan masih akan mengikuti dinamika harga emas global serta perkembangan kebijakan moneter bank sentral dunia. Jika ketidakpastian ekonomi global meningkat, harga emas berpotensi kembali menguat.

Namun dalam jangka pendek, volatilitas harga emas masih mungkin terjadi seiring fluktuasi nilai tukar dolar AS dan sentimen pasar keuangan internasional. (BSE)