GIANESIA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa sesi terakhir masih ditopang saham-saham perbankan besar atau big banks, terutama saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Pada perdagangan pekan ini, penguatan saham sektor perbankan membantu IHSG bertahan di atas level psikologis 7.000 di tengah tingginya volatilitas pasar global dan aksi jual investor asing.
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebut saham bank KBMI IV seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI menjadi salah satu penopang utama penguatan indeks. Penguatan tersebut turut didorong sentimen positif data ekonomi domestik yang dinilai lebih baik dari ekspektasi pasar.
Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG masih memiliki peluang technical rebound meski pasar tetap dibayangi risiko koreksi lanjutan.
“IHSG berpotensi technical rebound ke 7.000–7.050, namun masih rentan melanjutkan koreksi sepanjang belum mampu menembus level 7.150,” ujar Fanny dalam riset hariannya.
Dalam riset tersebut, saham BBCA juga masuk daftar rekomendasi perdagangan harian BNI Sekuritas karena dinilai memiliki momentum teknikal menarik.
Di sisi fundamental, prospek saham perbankan besar masih dipandang positif oleh pelaku pasar. Berdasarkan konsensus Bloomberg yang dihimpun akhir April 2026, sebanyak 82,9 persen analis merekomendasikan buy untuk saham BBRI.
Analis menilai kekuatan fundamental perbankan nasional seperti pertumbuhan kredit, rasio dana murah (CASA), dan kualitas aset yang stabil menjadi alasan utama saham bank jumbo tetap menjadi pilihan investor di tengah fluktuasi pasar.
Selain menjadi motor penggerak IHSG, saham BBCA dan BBRI juga masih mendominasi transaksi investor institusi karena memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi di Bursa Efek Indonesia. (DRU)



