PemerintahanPendidikanUmum

120 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan, Sampel Makanan Diperiksa

356
×

120 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan, Sampel Makanan Diperiksa

Share this article

GIANESIA.COMSIDOARJO 1 September 2026 Sebanyak 120 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026). 

Para santri mulai mengalami keluhan kesehatan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan MBG yang diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, mengatakan keluhan mulai dirasakan para santri sekitar waktu salat Asar, setelah sebelumnya menyantap makanan MBG usai salat Zuhur.

“Betul ada yang keracunan. Ini sudah terdata 100 santri, tapi belum tahu jumlah pastinya,” kata Abdul Wahid kepada Suara Surabaya.

Keluhan yang muncul di antaranya mual dan muntah. Jumlah santri yang mengalami gejala kemudian terus bertambah hingga akhirnya para korban harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

120 Santri Dibawa ke Empat Rumah Sakit

Data terbaru yang dilaporkan DetikJatim menyebut sedikitnya 120 santri telah dibawa ke rumah sakit.

Rinciannya, sebanyak 80 santri mendapat penanganan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, 19 santri di RS Siti Hajar, 12 santri di RS Delta Surya, dan sembilan santri lainnya dibawa ke RS Pusura Gelam.

Jumlah tersebut masih berpotensi berubah karena proses pendataan dan penanganan korban masih berlangsung.

Empat fasilitas kesehatan yang menangani para santri tersebut antara lain:

RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo 80 santri , RS Siti Hajar 19 santri
* RS Delta Surya 12 santri
* RS Pusura Candi atau yang dalam pemberitaan disebut RS Pusura Gelam 9 santr,

Makanan Diduga Berasal dari SPPG Kalitengah

Makanan MBG yang dikonsumsi para santri disebut berasal dari SPPG Kalitengah.

See also  Benarkah Stabilitas Perbankan RI Mulai Goyang? Data Terbaru 2025 Bikin Investor Waspada

Meski demikian, hingga laporan ini ditulis, belum ada hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan makanan dari SPPG Kalitengah sebagai penyebab pasti kejadian tersebut.

Karena itu, dugaan keracunan masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh instansi terkait.

Sebelumnya, pihak yayasan juga menyebut terdapat perubahan mekanisme pembagian makanan pada hari kejadian. Jika sebelumnya makanan MBG dibagikan menggunakan baskom atau secara langsung, pada kejadian kali ini makanan dibagikan menggunakan wadah ompreng.

Namun, pihak yayasan menegaskan perubahan wadah tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para santri.

Sampel Makanan Diperiksa

Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama fasilitas kesehatan terkait telah melakukan penanganan terhadap para santri.

Sampel makanan yang dikonsumsi para korban juga dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para santri.

Dengan pemeriksaan tersebut, penyebab kejadian diharapkan dapat diketahui berdasarkan hasil medis dan laboratorium, bukan semata berdasarkan dugaan maupun kesaksian korban.

Bupati Sidoarjo Turun Memantau

Bupati Sidoarjo Subandi dilaporkan turun langsung memantau penanganan para santri yang mengalami keluhan kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran terkait saat ini berfokus pada penanganan korban dan pendataan jumlah santri yang terdampak.

Sementara itu, hingga malam ini belum ditemukan pernyataan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang secara spesifik menyampaikan hasil investigasi terkait insiden di Ponpes Manba’ul Hikam atau langkah terhadap SPPG Kalitengah.

Pemerintah juga masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan sumber dan penyebab dugaan keracunan.

Kasus ini masih dalam penanganan dan jumlah korban maupun kondisi para santri dapat berubah seiring proses pendataan dan pemeriksaan medis. (ZIQ)