EkonomiPemerintahanUmum

Penanaman Mangrove di Sontoh Laut Jadi Langkah Nyata TPS Jaga Ekosistem Laut

280
×

Penanaman Mangrove di Sontoh Laut Jadi Langkah Nyata TPS Jaga Ekosistem Laut

Share this article
Foto : PT Terminal Petikemas Surabaya menyalurkan dan menanam 3.000 bibit mangrove di kawasan Sontoh Laut, Surabaya, sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan mencegah abrasi pantai.

GIANESIA.COMSURABAYA, 10 Mei 2026 – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir terus diwujudkan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya melalui penyaluran 3.000 bibit mangrove yang ditanam di kawasan Sontoh Laut, Greges, Kecamatan Asem Rowo, Kota Surabaya, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama bertajuk “Hijaukan Pesisir, Lestarikan Kehidupan” yang melibatkan pemerintah, BUMN, TNI-Polri, akademisi, komunitas lingkungan, hingga masyarakat setempat.

Sebanyak 3.000 bibit mangrove yang disalurkan ke kawasan Sontoh Laut merupakan bagian dari program penanaman mandiri TPS sebanyak 10.000 bibit mangrove sejak Oktober 2025. Bibit-bibit tersebut kini telah memasuki masa panen pada Mei 2026 dan mulai disalurkan secara bertahap untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya.

Kegiatan penanaman dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan titik kumpul di kawasan wisata Sontoh Laut. Penanaman dilakukan menggunakan metode sistem ajir, yakni setiap ajir ditanami tiga bibit mangrove agar pertumbuhan lebih optimal dan berkelanjutan. Sekitar 400 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Selain menyalurkan bibit mangrove hasil panen, TPS juga memberikan dukungan berupa penyediaan 1.000 ajir serta konsumsi bagi peserta kegiatan. Konsumsi tersebut dibeli dari UMKM warga sekitar Sontoh Laut sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Setiap peserta menerima kupon yang dapat ditukarkan dengan paket konsumsi dari pelaku UMKM lokal.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan program penanaman dan penyaluran bibit mangrove merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Sejak Oktober 2025, TPS telah menanam 10.000 bibit mangrove sebagai bagian dari komitmen kami terhadap pelestarian lingkungan. Pada bulan ini, bibit-bibit tersebut telah siap panen dan mulai disalurkan ke sejumlah kawasan pesisir. Sebanyak 3.000 bibit di antaranya kami salurkan ke Sontoh Laut, Kecamatan Asem Rowo, sebagai upaya memperkuat perlindungan pesisir dan ekosistem laut Surabaya,” ujar Erika.

See also  Tiga Provinsi Lumpuh Akibat Bencana, Prabowo Perintahkan Perbaikan Total

Ia menambahkan, mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi dan dampak perubahan iklim, sekaligus menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir.

“Pelestarian mangrove membutuhkan komitmen jangka panjang dan kolaborasi berbagai pihak. Kami berharap sinergi yang terbangun melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, TPS berharap dapat terus berkontribusi menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mendukung pengembangan wisata berbasis lingkungan, serta mewariskan lingkungan yang lebih hijau dan lestari bagi generasi mendatang. (HSM)